|
Kota Singkawang
juga dikenal dengan sebutan kota Seribu Kuil, karena di
setiap sudut kota ini dapat ditemui banyak bangunan
wihara, atau lebih dikenal sebagai kelenteng atau pekong.
Bangunan ini memiliki arsitektur yang khas, didominasi
warna merah dan hiasan naga.
Wihara Tri
Dharma Bumi Raya (Jl. Sejahtera, Telp. 636232) adalah sebuah
wihara yang terletak
tepat di tengah-tengah kota Singkawang dan dipercaya
sebagai tempat berdiam Dewa Bumi Raya yang menjaga kota
Singkawang. Wihara ini telah didirikan sejak tahun 1933.
Menurut cerita, di sisi bangunan ini pernah berdiri
sanggar tempat mengikat kuda. Di sinilah orang-orang
dari luar kota Singkawang yang ingin berbelanja
menempatkan kuda dan gerobaknya.
Pada
1936 bangunan wihara ini sempat terbakar hebat.
Beruntung patung-patung persembahan yang terdapat di
dalamnya dapat diselamatkan oleh orang tua Aheng,
pemilik Restoran Aheng. Seusai kebakaran, secara gotong
royong warga mengumpulkan dana untuk membangun kembali
wihara yang terbakar itu. Namun hal ini ditentang oleh
asisten residen pemerintahan kolonial Belanda karena
letak wihara dianggap tidak sesuai dengan tata kota.
Menurut legenda, istri asisten residen itu kemudian
didatangi oleh Dewa Bumi Raya dalam mimpi tiga malam
berturut-turut. Sang dewa memohon untuk dapat kembali ke
tempatnya untuk menjaga kota Singkawang agar aman dan
tentram. Setelah itu, permintaan warga untuk mendirikan
wihara akhirnya dikabulkan.
Setiap tanggal 6
bulan 6 tahun Imlek, masyarakat juga mengadakan upacara
peringatan ulang tahun Dewa Bumi Raya. Tidak diketahui
sejarah dimulainya peringatan tersebut.
|