Sejarah
pendirian kota Pontianak yang dituliskan oleh seorang
sejarawan Belanda, VJ. Verth, dalam bukunya Borneos
Wester Afdeling, sedikit berbeda dari versi cerita yang
beredar di kalangan masyarakat saat ini.
Dalam bukunya VJ. Verth menulis bahwa
Syarif Abdurrahman, putra ulama Syarif Hussein bin Ahmed
Alqadrie (atau dalam versi lain disebut sebagai Al Habib
Husin, setelah meninggalkan kerajaan Mempawah mulai
mengadu nasib di laut.
Di Banjarmasin ia kawin dengan adik
seorang sultan bernama Ratu Sarib Anom. Ia berhasil
dalam perniagaan dan mengumpulkan cukup modal untuk
mempersenjatai kapal pencalang dan perahu lancangnya.
Kemudian ia mulai melakukan perlawanan terhadap
penjajahan Belanda.
Dengan bantuan Sultan Passir, Syarif
Abdurrahman kemudian berhasil membajak kapal Belanda di
dekat Bangka, juga kapal Inggris dan Perancis di
Pelabuhan Passir. Abdurrahman menjadi seorang kaya dan
kemudian mencoba mendirikan pemukiman di sebuah pulau di
sungai Kapuas. Ia menemukan percabangan sungai Landak
dan kemudian mengembangkan daerah itu menjadi pusat
perdagangan yang makmur.
|